Ayah Papa Ibu (Based on a true story)

     Sebut saja namaku Alan, iya panggil aku Alan. Aku tidak memiliki kenangan yang indah saat masa kecilku, yang aku ingat hanya rintihan dan jeritan ibuku yang tersiksa oleh deru peluh serta hantaman kebiadaban. Masih terlihat jelas bekas luka yang belum sembuh, nanah, dan sayatan-sayatan yang tak sengaja terbentuk disaat aku mencoba menelisik masa laluku.

     Aku mencoba berlari, berlari, dan terus berlari meninggalkannya dibelakang. Menutup kegelapan yang niscaya membawa secerca harapan dalam hidup. Pada awalnya hal ini berhasil, aku dapat menjalani hidup layaknya keidealan hidup. Waktu terus berjalan, sampai dimana aku berada dalam sebuah peristiwa dimana ibuku bersama seorang pria yang tidak ku kenal.
Pria itu berkata “Alan… panggil aku papa. Aku mengangguk dengan tatapan kosong seakan aku tak memahami yang terjadi. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, yang aku ingini hanya melihat ibuku tersenyum bahagia dan mengakhiri penderitaan itu.

     Namanya Liliy kata papa beberapa tahun kemudian. Iya, Liliy seorang bayi perempuan yang lahir dan kelak memanggilku dengan sebutan abang. Harapku kelak Liliy tidak merasakan yang pernah aku rasakan. Sayatan-sayatanpun muncul beriringan dengan ingatan masa laluku. Sayatan-sayatan ini tidak bisa disembuhkan dengan obat, sayatan-sayatan ini menimbulkan luka dalam kalbu.  

(Still typing)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Secured Financing in Indonesia

Kupu Remang

Unknown