Kupu Remang
Malam hari tersedu ia menangis
Air matanya bercucuran di pipi
Dari semua kekasihnya
Tak seorang pun yang menghibur dia
Semua teman mengkhianatinya
Mereka menjadi seterunya
Jalan kembali pulang diliputi dukacita
Sunyi senyap bersedih dara pilu
Seteru berbahagia membuat merana
Lenyaplah ia dalam kegelapan malam
Para lawan meandangnya dan tertawa
Berdosa dan najis adanya
Kenajisan melekat pada ujung kakinya
Sangatlah dalam ia jatuh
Lihatlah sengsaraku
Si seteru membesarkan dirinya
Berkeluh kesah seluruh penduduknya
Mencari nafkah dengan kenajisan
Acuh tak acuhkah kamu yang berlalu
Adakah kesedihan seperti kesedihanku
Merana tatkala murka-Nya menghantam tubuhku
DikirimNya api masuk ke dalam tulang
Kesakitanku sepanjang hari
Pelanggaranku adalah kuk yang berat
Aku memanggil kekasih-kekasihku
Mereka memperdayakan aku
Sendiri sepi dalam kekalutan
Imam dan para tua telah mati
Tak ada tanya manusia pada siapa
Yang tersisa hanya awan dalam murkaNya
Dibawah rintikan hujan
Bersihkan dosa dan kenajisan tubuh ini
Sentuhan tangan nakal yang membelai
Seiringan dengan tetesan air mata
Masih layak kah aku?
Benak bertanya pada Kuasa
Apa aku?
Siapa aku?
Dimana aku?
Kapan aku?
Kenapa aku?
Bagaimana aku?
Komentar
Posting Komentar