Apa Adanya

     Salah satu persoalan dalam kehidupan ini adalah ingin menjadi orang lain dan ingin memiliki apa yang dimiliki orang lain. Ini adalah sesuatu yang kurang tepat apabila hal ini membuat kita melakukan hal apa saja untuk menjadikan kita seperti orang lain atau memiliki apa yang dimiliki orang lain. Orang yang lahir kembar saja tidak akan pernah sama persis, pasti ada bedanya karena Tuhan menciptakan kita dengan kekhususan dan keunikan masing-masing. Kalau kita menyadari hal itu maka kita akan penuh dengan ucapan syukur. Oleh sebab itu hiduplah apa adanya, kemudian timbul pertanyaan bagaimana kita dapat hidup apa adanya?
  1. Bersyukur dengan apa yang ada pada kita dan tidak usah iri hati. Bersyukurlah dengan apa yang ada! Kalau saat ini kita masih hidup susah, tidak punya uang, kredit yang banyak sampai sampai debt collector gedor gedor rumah bikin jantungan, saat menarik uang dari mesin atm, mesin atmnya selalu minta maaf "Maaf saldo anda tidak mencukupi", ditikung sama orang lain, liat tetangga beli Benz baru jadi iri "Ah, itu dia korupsi darimana lagi buat beli itu". Mungkin saat ini kita belum bisa melihat manfaatnya dari hal tersebut, tetapi harinya akan tiba dimana kita akan melihat bahwa yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita selalu yang terbaik. Tidak perlu iri hati sebab masing-masing kita sudah dianugerahkan sesuatu yang baik oleh Tuhan. Kalau kita iri hati, itu menandakan ketidakpercayaan kita akan kekuasaan-Nya dan kebaikan-Nya. Jaga hati, jangan sampai iri hati dan tetap bersukur dengan apa yang ada.
  2. Berani menanggalkan yang tidak cocok. Inilah yang banyak orang tidak berani melakukannya, karena merasa 'tapi dan tapi' Cara kerja Tuhan dalam mengerjakan anugerahnya bagi setiap orang berbeda. Belajar untuk berani meninggalkan yang tidak cocok; saat kita bekerja lalu melakukan KKN untuk memuluskan jalan kita, hal tersebut tidak sesuai tidak pas tidak cocok dengan jalan hidup yang benar. Bukankah gelap dan terang tidak bisa bersatu?
  3. Berserah penuh pada rencana Allah. Ini kunci utamanya. Ketika menghadapi situasi yang serba salah - dilema, belajar untuk hidup apa adanya dan berserah penuh kepada rencana Allah. Kita tidak tahu apa yang Tuhan akan kerjakan buat kita di hari esok, tetapi kita tahu yang terbaik pasti kita akan terima dari Tuhan. Orang-orang yang merebut kemenangan dan mujizat bukanlah orang-orang yang sempurna dan tidak punya masalah, tetapi orang-orang yang berserah penuh kepada rencana Tuhan. Sebab rancangan Tuhan bukanlah rancangan kita dan jalan kita bukanlah jalan Tuhan, jadi jangan paksakan Tuhan agar selalu sesuai dengan keinginan kita. Tuhan TIDAK memberikan segala apa yang kita inginkan, melainkan Tuhan memberikan segala yang kita butuhkan. Teringat sebuah kisah seorang putri satu-satunya dari Raja yang termasyhur sedang berulang tahun yang ke 11 tahun, kemudian sang putri meminta hadiah kalung berlian kepada ayahnya. Yang terjadi ayahnya tidak memberikan permintaan dari sang putri, bukan karena Raja itu tidak bisa membelikan kalung berlian namun sang Raja berpikir demi keslamatan dari sang putri bahwa belum waktunya untuk menggunakan kalung berlian mungkin sang putri bisa mati terbunuh oleh perampok.
  4. Berpikir selalu yang positif dengan diri kita sendiri. Kita perlu bedamai dengan Tuhan, berdamai dengan sesama dan dengan diri kita sendiri. Jangan menjadi orang yang minder, jika kita minder maka pikiran kita selalu berpikir yang negatif (tidak bisa, tidak mampu) hal hal yang menjatuhkan semangat. Kita boleh saja tidak sanggup dan tidak bisa, tetapi Tuhan pasti menolong dan menyertai kita, yang akan mengingatkan kita akan seluruh berkah dan mengajari kita untuk berjalan dalam kehendak Allah yang sempurna.
     Marilah kita untuk tidak sibuk dengan apa yang tidak ada pada kita. Justru sadar, yakin, dan percaya; bahwa Tuhan selalu bekerja dengan apa yang tidak ada untuk menjadikan ada, supaya kita dapat berjalan dalam sukacita dan merebut kemenangan.
          

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Secured Financing in Indonesia

Kupu Remang

Unknown