Kupu Remang
Malam hari tersedu ia menangis Air matanya bercucuran di pipi Dari semua kekasihnya Tak seorang pun yang menghibur dia Semua teman mengkhianatinya Mereka menjadi seterunya Jalan kembali pulang diliputi dukacita Sunyi senyap bersedih dara pilu Seteru berbahagia membuat merana Lenyaplah ia dalam kegelapan malam Para lawan meandangnya dan tertawa Berdosa dan najis adanya Kenajisan melekat pada ujung kakinya Sangatlah dalam ia jatuh Lihatlah sengsaraku Si seteru membesarkan dirinya Berkeluh kesah seluruh penduduknya Mencari nafkah dengan kenajisan Acuh tak acuhkah kamu yang berlalu Adakah kesedihan seperti kesedihanku Merana tatkala murka-Nya menghantam tubuhku DikirimNya api masuk ke dalam tulang Kesakitanku sepanjang hari Pelanggaranku adalah kuk yang berat Aku memanggil kekasih-kekasihku Mereka memperdayakan aku Sendiri sepi dalam kekalutan Imam dan para tua telah mati Tak ada tanya manusia pada siap...